Saleum Troeh Teuka

Saleum Troeh Teuka
Selamat datang wahai saudaraku ke tempat kami

Senin, 28 Februari 2011

Kejadian di Bulan Shafar




Kejadian di Bulan Shafar



1 Shafar

Perang Shiffin Meletus

Tanggal 1 Shafar tahun 37 Hijriah, Perang Shiffin meletus. Perang ini terjadi antara pasukan Imam Ali a.s. melawan pasukan Muawiyah bin Abi Sufyan. Setelah wafatnya Khalifah Utsman bin Affan, rakyat Madinah membaiat Imam Ali a.s. dan mengangkat beliau sebagai khalifah. Namun, Muawiyah, seorang Gubernur di Damaskus, menolak menerima kepemimpinan Imam Ali dan melakukan perlawanan bersenjata. Awalnya, Imam Ali berusaha melakukan perundingan demi mencegah pertumpahan darah di antara sesama muslim. Namun, Muawiyah tetap membangkang dan pecahlah perang di sebuah daerah bernama Shiffin di tepi sungai Furat, Irak. Ketika pasukan Imam Ali hampir mencapai kemenangan, penasehat Muawiyah bernama Amr bin Ash memerintahkan pasukannya agar menancapkan Al-Quran di tombak mereka dan menyerukan gencatan senjata atas nama Al-Quran. Imam Ali yang memahami tipuan ini memerintahkan pasukannya agar terus bertempur, namun sebagian kelompok menolak. Kelompok ini kemudian dikenal sebagai kelompok Khawarij. Atas desakan kelompok Khawarij pula, perang dihentikan dan diadakan perundingan antara kedua pihak. Dalam perundingan ini, delegasi Muawiyah melakukan tipuan. Akibatnya, kekhalifahan kaum muslimin direbut dari tangan Imam Ali dan jatuh ke tangan Muawiyah.

Kafilah Karbala Tiba di Damaskus

Tanggal 1 Shafar tahun 61 Hijriah, kafilah Karbala tiba di Damaskus, ibu kota pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Dua puluh hari sebelumnya, tanggal 10 Muharram, Imam Husain a.s. beserta 72 anggota kafilah beliau bertempur di Padang Karbala melawan pasukan Yazid yang berjumlah ribuan orang. Imam Husain a.s. dan beberapa kerabat serta sahabat setia beliau gugur syahid dalam pertempuran ini. Sisa rombongan yang terdiri dari kaum perempuan, anak-anak, dan Imam Ali Zainal Abidin yang saat itu sedang sakit, ditawan oleh pasukan Yazid dan digiring ke Damaskus. Di hadapan khalayak Damaskus, Imam Zainal Abidin dan Sayyidah Zainab menyampaikan kejadian Karbala dan membongkar perilaku keji pasukan Yazid. Untuk mengelakkan kemarahan rakyatnya, Yazid mengingkari telah memerintahkan pembunuhan terhadap Imam Husain a.s. dan melemparkan kesalahan kepada komandan pasukannya, Ubaidillah bin Ziyad. Yazid juga terpaksa membebaskan kafilah Karbala untuk kembali ke Madinah.

2 Shafar

Zaid bin Ali bin Husain Syahid

Tanggal 2 Shafar tahun 121 Hijriah, Zaid bin Ali bin Husain, putra Imam Sajjad a.s., gugur syahid dalam pertempuran melawan kezaliman yang dilakukan oleh rezim Bani Umayyah. Kebangkitan Zaid bin Ali ini merupakan salah satu dari beberapa kebangkitan yang muncul setelah Kebangkitan Karbala. Kebangkitan lainnya adalah Kebangkitan Tawabin dan kebangkitan Mukhtar Tsaqafi. Semua perjuangan ini memiliki tujuan yang sama yaitu menebus darah Imam Husain yang telah ditumpahkan oleh rezim zalim Bani Umayyah dan menggulingkan pemerintahan kejam itu.

Abu Hayan Gharnati

Tanggal 2 Shafar tahun 745 Hijriah, Abu Hayan Gharnati, seorang penyair dan sastrawan muslim terkemuka Mesir meninggal dunia. Abu Hayan dilahirkan pada tahun 654 Hijriah di Andalausia dan untuk menuntut ilmu, ia melakukan perjalanan ke berbagai negara. Pada tahun 679, Abu Hayan pergi ke Mesir dan hingga akhir usianya ia tinggal di negara itu untuk belajar, mengajar, dan menyusun buku. Abu Hayan menguasai berbagai bidang ilmu seperti ilmu Al-Quran, hadis, dan fiqih, namun ia lebih terkenal atas kemampuannya di bidang ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Di akhir hidupnya, Abu Hayan menderita kebutaan. Ia meninggalkan berbagai karya penulisan di antaranya berjudul "Tadzkiratun-Nuhaah".

Zaid bin Ali bin Husain Syahid

Tanggal 2 Shafar tahun 121 Hijriah, Zaid bin Ali bin Husain, putra Imam Sajjad a.s., gugur syahid dalam pertempuran melawan kezaliman yang dilakukan oleh rezim Bani Umayyah. Kebangkitan Zaid bin Ali ini merupakan salah satu dari beberapa kebangkitan yang muncul setelah Kebangkitan Karbala. Kebangkitan lainnya adalah Kebangkitan Tawabin dan kebangkitan Mukhtar Tsaqafi. Semua perjuangan ini memiliki tujuan yang sama yaitu menebus darah Imam Husain yang telah ditumpahkan oleh rezim zalim Bani Umayyah dan menggulingkan pemerintahan kejam itu.

Abu Hayan Gharnati

Tanggal 2 Shafar tahun 745 Hijriah, Abu Hayan Gharnati, seorang penyair dan sastrawan muslim terkemuka Mesir meninggal dunia. Abu Hayan dilahirkan pada tahun 654 Hijriah di Andalausia dan untuk menuntut ilmu, ia melakukan perjalanan ke berbagai negara. Pada tahun 679, Abu Hayan pergi ke Mesir dan hingga akhir usianya ia tinggal di negara itu untuk belajar, mengajar, dan menyusun buku. Abu Hayan menguasai berbagai bidang ilmu seperti ilmu Al-Quran, hadis, dan fiqih, namun ia lebih terkenal atas kemampuannya di bidang ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Di akhir hidupnya, Abu Hayan menderita kebutaan. Ia meninggalkan berbagai karya penulisan di antaranya berjudul "Tadzkiratun-Nuhaah".

Ibnu Duraihim Meninggal

Tanggal 2 Shafar tahun 762 Hijriah, Ibnu Duraihim, seorang matematikawan dan ahli astronomi muslim, meninggal dunia. Ibnu Duraihim menuntut ilmu di bidang Al-Quran, fiqih, dan hadis di Mesir dan kemudian pergi ke Damaskus untuk mengajar di negeri itu. Di antara karya-karya Ibnu Duraihim yang masih tersisa berjudul "Fi Madhir-Rasul."

3 Shafar

Kelahiran Imam Muhammad Al-Baqir

Tanggal 3 Shafar tahun 57 hijriyyah, menurut sebuah riwayat, Imam Muhammad Al-Baqir terlahir ke dunia. Beliau memiliki keluasan ilmu dan kemampuan yang tinggi dalam memilah-milah ilmu sehingga mendapat julukan Al-Baqir yang berarti si pemilah ilmu. Imam Baqir hidup di masa-masa akhir kekuasaan bani Umayyah. Kelonggaran yang didapatkan dari situasi politik saat itu, beliau manfaatkan untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama yang diwarisinya dari rasulullah. Imam Al-Baqir wafat tahun 114 hijriyyah.

Mirza Shah Abadi Wafat

Tanggal 3 Shafar tahun 1363 hijriyah, Ayatullah Mirza Muhammad Ali Shah Abadi, seorang faqih dan ilmuan besar Islam meninggal dunia di kota Tehran pada usia 77 tahun. Ayatullah Shah Abadi dikenal sebagai guru besar di bidang Ifran dan Filsafat. Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah Imam Khomeini r.a. pemimpin besar revolusi Islam Iran. Ayatullah Shah Abadi meninggalkan banyak karya tulis diantaranya; Al-Qur'an wa Al-Itrah, Al-Insan wa Al-Khatharat serta Miftah Al-Sa'adah.

5 Shafar

Ibnu Yunus Dilahirkan

Tanggal 5 Shafar tahun 551 hijriyah, Kamaluddin Abu Imran yang dikenal dengan sebutan Ibnu Yunus, seorang faqih, tabib, dan matematikawan muslim terlahir ke dunia di kota Mosul Irak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama, Ibnu Yunus menggeluti bidang matematika hingga berhasil menguasai ilmu ini. Ibnu Yunus dikenal sebagai salah seorang ulama dan ilmuan besar saat itu. Selain menguasai berbagai ilmu keislaman, Ibnu Yunus juga mendalami taurat dan injil. Tak jarang umat Yahudi dan Nasrani yang mendatanginya untuk menanyakan pemahaman ayat-ayat dalam kitab suci mereka. Ibnu Yunus banyak meninggalkan karya tulis diantaranya; "Asraar Al-Sulthaniyah", yang membahas tentang ilmu perbintangan, dan sebuah kitab di bidang ilmu matematika berjudul "Syarh Al-A'mal Al-Handasiyah".

Ayatullah Maksumi Wafat

Tanggal 5 Shafar tahun 1372 hijriyah, Ayatullah Muhammad Ali Maksumi, seorang faqih dan ulama kenamaan Iran wafat di kota Bahbahan. Beliau lahir pada tahun 1288 hijriyah dan mulai menggeluti ilmu agama sejak usia dini. Untuk melanjutkan pendidikannya, beliau pergi ke kota Najaf, Irak dan tinggal di sana beberapa tahun lamanya, sampai berhasil mencapai derajat mujtahid. Ayatullah Maksumi juga dikenal sebagai pejuang yang membela agama dan umat Islam dengan jiwa dan raga. Beliau meninggalkan banyak karya tulis diantaranya; penjelasan untuk kitab-kitab rujukan hauzah ilmiah seperti "Jawahir Al-Kalam," " Syarh Lum'ah" dan "Najatul Ibad".

6 Shafar

Quthbuddin Syirazi Lahir

Tanggal 6 Shafar tahun 634 hijriah, Quthbuddin Mahmud Syirazi, seorang astronom dan ilmuwan kedokteran dunia Islam terkenal terlahir di kota Syiraz, sebuah kawasan di selatan Iran. Ia mulai tertarik mempelajari ilmu-ilmu kedokteran sejak usia muda. Kemudian, bersamaan dengan kematian ayahnya yang juga seorang dokter, Syirazi berhasil menyelesaikan pendidikan dasarnya di bidang kedokteran. Ia kemudian bekerja di sebuah rumah sakit di kota kelahirannya.

Selama sepuluh tahun bekerja, Syirazi banyak menyempatkan waktunya untuk menelaah sejumlah kitab kedokteran klasik karya Ibnu Sina serta kitab-kitab filsafat dan keilmuan karya para ilmuwan terkenal masa itu. Setelah itu, ia mulai tertarik untuk mengembangkan pengetahuannya dengan cara belajar kepada sejumlah ilmuwan ternama zaman itu, seperti Khaja Nashiruddin Thusi, serta melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan ilmu lainnya di Iran dan kawasan sekitar Timur Tengah.

Di antara karya penulisannya yang paling terkenal adalah kitab berjudul "Jami'ul

Ushul" dan "Nihayatul Idrak fi Dirayatil Aflak". Quthbuddin Syirazi meninggal dunia pada tahun 710 Hijriah.

7 Shafar

Imam Musa Al-Kazhim Lahir

Tanggal 7 Shafar tahun 128 hijriah, Imam Musa Al-Kazhim, salah seorang keturunan Rasulullah SAWW terlahir ke dunia. Beliau lahir dan dibesarkan di bawah kasih sayang ayahnya yang mulia, yaitu Imam Ja'far Ash-Shadiq a.s. Pada usianya yang ke-35 tahun, ayahandanya menggapai kesyahidan, dan Imam Musa menggantikan posisi Imam Ja'far sebagai imam atau pemimpin ummat Islam. Imam Al-Kazhim terlahir saat kekuasaan Bani Umayyah atas kaum muslimin tengah mengalami keruntuhan untuk kemudian digantikan oleh Khilafah Bani Abbasiah. Selama hidupnya, beliau sempat menyaksikan lima khalifah Abbasiah yang datang silih berganti memegang tampuk kekuasaan. Kelimanya tercatat dalam sejarah sebagai diktator dan penumpas kelompok Ahlul Bait. Imam Musa sendiri gugur pada usia 55 tahun di tangan Khalifah Harun Al-Rasyid.

Selama hidupnya, Imam Musa dikenal sebagai seorang pemimpin ummat yang memiliki banyak kelebihan. Ia adalah seorang yang berilmu tinggi dengan jumlah murid yang sangat banyak. Imam Al-Kazhim juga dikenal dengan kedermawanan dan sifat pemaafnya. Dengan segera, keistimewaan imam ketujuh dalam madzhab Ahlul Bait ini menarik perhatian ummat Islam yang berada di bawah represi Khilafah Abbasiah. Situasi ini sangat mengundang kekhawatiran elite politik Bani Abbasiah. Untuk itu, Imam Musa kemudian dipenjarakan dengan tuduhan membahayakan keamanan negara. Di penjara itulah Imam diracun dan menggapai kesyahidan. Berikut ini adalah salah satu ucapan Imam Musa yang terkenal.

"Amal terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah mengerjakan shalat, berbuat baik kepada orang tua, serta meninggalkan sifat hasud dan takabur"

Mirza Abadi Terlahir ke Dunia

Tanggal 7 Shafar 1308 Hijriah, Mirza Muhamad Ali Habib Abadi, dikenal dengan nama samaran Muallim, seorang penyair dan penulis buku terkenal asal Iran terlahir di kota Isfahan, sebuah kawasan di Iran tengah. Muallim sejak usia muda telah menunjukkan minat dan bakatnya di bidang sastra, matematika, al-jabar, dan astronomi. Akan tetapi, dari semua bidang yang digelutinya, bakat di bidang sastra terlihat sangat menonjol. Ia sejak muda sudah menulis sejumlah bait syair terkenal. Awalnya, ia menggunakan nama samaran Azad. Di kemudian hari, nama samarannya diubah menjadi Muallim. Mirza Abadi juga di akhir hidupnya sempat menulis sejumlah buku tentang biografi para ulama dan tokoh pada zamannya. Di antara karya penulisannya yang terkenal adalah "Makarimul Atsar" dan "Maqamat Ma'nawi".

8 Shafar

Salman Al-Farisi Wafat

Tanggal 8 Shafar tahun 35 Hijriah, Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat besar Rasulullah SAWW meninggal dunia. Salman adalah orang Iran pertama yang memeluk agama Islam. Selama mendampingi Rasulullah SAWW, Salman dikenal karena ketinggian ilmunya, kesetiaannya kepada Islam, serta sifat-sifatnya sangat mulia. Karena semua keistimewaannya itu, Salman bahkan diakui oleh Rasulullah sebagai bagian dari Ahlul Bait atau keluarga Nabi.

Saat perang Ahzab digelar, peranan Salman dalam mempertahankan kota Madinah dicatat oleh para sejarawan ketika memberikan ide pembuatan parit di sekeliling kota Madinah. Parit inilah yang menjadi benteng pelindung kota dari pasukan gabungan musyrikin yang jumlahnya mencapai 10.000 orang itu.

Setelah Rasulullah SAWW wafat, Salman tetap menunjukkan loyalitasnya kepada Ahlul Bait Nabi. Ia adalah sahabat setia Imam Ali a.s. dalam suka dan duka. Saat Imam Ali dibaiat sebagai khalifah, Salman mendapat tugas sebagai salah satu gubernur utusan Imam Ali.

9 Shafar

Ammar bin Yasir Gugur

Tanggal 9 Shafar tahun 37 hijriah, Ammar bin Yasir, seorang sahabat besar Rasulullah SAW dan pengikut setia Ahlul Bait Nabi, gugur dalam perang Shiffin pada usia 94 tahun. Ammar bin Yasir lahir 57 tahun sebelum peristiwa hijrahnya Rasulullah. Kedua orang tuanya, yaitu Yasir dan Sumayyah, adalah dua sahabat Rasulullah yang gugur syahid di awal perjuangan menegakkan agama Islam.

Gugurnya Ammar bin Yasir dalam perang Shiffin tersebut sangat menyedihkan Imam Ali a.s. Akan tetapi, peristiwa ini dicatat oleh para sejarawan sebagai bukti bahwa Imam Ali berada di pihak yang benar dalam perangnya melawan pasukan Muawiyah tersebut.

Sebelumnya, dalam sebuah haditsnya yang terkenal, Rasulullah SAWW pernah berkata kepada Ammar sebagai berikut.

"Wahai Ammar, anak-anakku kelak akan didera banyak fitnah. Jika situasi itu kelak engkau saksikan, tetaplah engkau pada kelompok Ali, karena kebenaran akan selalu bersama Ali, dan Ali selalu berada di jalan yang benar. Wahai Ammar, engkau nanti akan bertempur membela Ali melawan dua kelompok. Kelompok pertama adalah para pelanggar janji, kelompok kedua adalah para penjahat. Engkau nanti akan terbunuh oleh kelompok yang melawan Ali tersebut"

10 Shafar

Mulla Ja'far Tehrani Meninggal Dunia

Tanggal 10 Shafar tahun 1263 hijriah, Mulla Ja'far Syariatmadar Tehrani, penulis dan ilmuwan besar muslim asal Iran meninggal dunia pada usa 66 tahun. Mulla Tehrani dilahirkan pada tahun 1197 hijriah. Saat masih muda, Mulla Tehrani sudah mengembara ke kawasan-kawasan pusat ilmu-ilmu keislaman. Ia baru pulang kembali ka tanah airnya bersamaan dengan peristiwa pengepungan kota Karbala oleh Daud Pasha, penguasa Imperium Ottoman. Mullah Tehrani dikenal karena buku-buku bermutu yang ditulisnya. Di antara karya-karyanya yang terkenal adalah sejumlah kitab berjudul "Mashabih", Asy-Syari'ul Kabir", "Safinatun-Najah", dan Al-Barahinul Qathi'ah".

Ayatullah Abdul Hadi Syirazi Wafat

Tanggal 10 Shafar tahun 1382 hijriah, Ayatullah Sayyid Abdul Hadi Syirazi, seorang ulama terkenal dunia Islam meninggal dunia. Ayatullah Syirazi telah ditinggal wafat oleh ayahandanya sejak masih kanak-kanak. Ia kemudian diasuh oleh Mirza Syirazi, salah seorang ulama besar zaman itu yang masih merupakan kerabatnya. Dari Mirza Syirazi itulah ia mulai berkenalan dengan dunia ilmu-ilmu keagamaan yang kemudian sangat dicintainya. Minatnya yang sangat besar di bidang ilmu-ilmu agama mendorongnya untuk berguru kepada para ulama terkenal lainnya seperti Akhund Khurasani dan Allamah Yazdi. Di antara karya terkenal Ayatullah Syirazi adalah sebuah buku berjudul Darul Islam.

11 Shafar

Ja'far bin Husein bin Ahmad Meninggal Dunia

Tanggal 11 Shafar tahun 501 hijriah, Ja'far bin Husein bin Ahmad, atau yang kebih dikenal dengan nama "Siraj", seorang ulama, ahli hadits, dan qari terkenal abad ke-VI hijriah meninggal dunia di kota Sour, selatan Lebanon. Siraj terlahir ke dunia pada tahun tahun 419 hijriah. Sejak usia muda, ia sudah menggeluti banyak bidang ilmu pengetahuan seperti fiqh, ilmu hadits, qira`ah, nahwu dan bahasa. Di semua bidang ini, ia dikenal memiliki kecerdasan yang khas. Ia mempelajari semua ilmu itu di sejumlah pusat ilmu-ilmu keagamaan terkenal saat itu seperti Mesir dan Syam. Di antara karya penulisan Siraj adalah sebuah buku berjudul "Nizhamul Manasik"

12 Shafar

Salman Sawiji Wafat

652 tahun yang lalu, tanggal 12 Shafar tahun 778 Hijriah, Khaja Jamaluddin Salman Sawiji, penyair besar Iran meninggal dunia di kota Saweh, tanah kelahirannya. Sejak usia muda, Sawiji sudah menunjukkan mintanya yang sangat besar di bidang keilmuan, terutama yang terkait dengan sastra dan bahasa. Minatnya itu mendorongnya untuk menekuni segala macam ilmu.

Ketekunannya dalam mempelajari ilmu ditambah dengan bakatnya yang cemerlang, membuat Sawiji dengan cepat menjadi ilmuwan terkenal ketika ia masih berusia muda. Sawiji juga menunjukkan kecemerlangnya yang sangat hebar di bidang sastra, sampai-sampai Hafizh Shirazi, penyair jenius Iran, memuji-muji Sawiji atas kehebatannya itu.

13 Shafar

Syaikhul Islam Wafat

Tanggal 13 Safar tahun 303 hijriah, Abu Abdurahman Ahmand bin Syu'aib Nasa'l lebih dikenal dengan nama Syaikhul Islam, seorang ahli hadiths terkenal meninggal dunia. Ia dilahirkan pada tahun 220 hijriah di sebuah pedesaan kawasan Khurasan, Iran. Sejak masa muda, Syaikhul Islam sudah pergi ke Mesir untuk menuntut ilmu. Setelah berhasil memperoleh banyak ilmu dibidang hadiths dan fiqh, Syaikhul Islam pergi ke Damaskus. Di kawasan itu, ia banyak berceramah tentang keutamaan Ahlul Bait. Tindakannya ini ternyata banyak menuai kecaman dari kelompok-kelompok tersebut. Akhirnya, ia pergi ke Mekah dan menetap di Tanah Suci itu. Di antara karya Syaikhul Islam yang terkenal adalah kitab berjudul "Khashais Amiril Mu'minin Ali a.s" dan "Sunan Nasai".

14 Shafar

Ibnu Syadad Meninggal dunia

Tanggal 14 Safar tahun 632 Hijriah, Abul Mahasin Bahauddin, atau dikenal dengan nama Ibn Syadad, seorang fakih, hakim dan sejarawan besar Islam meninggal dunia. Ibnu Syadad lahir di kota Mosul, Iran, pada tahun 539 hijriah. Sejak masih kanak-kanak, Ibnu Syadad sudah mampu menghafal Al Quran. Ia kemudian mempelajari ilmu-ilmu keagamaan, khususnya di bidang hadis, tafsir, dan qiraan Al Quran di kota Baghdad. Setelah menyelesaikan masa belajarnya di kota itu, dengan maksud untuk melanjutkan studi, Ibnu Syadad pergi ke sejumlah kawasan ilmu di luar Irak. Ketika sampai ke Syam, Ibnu Syadad bertemu dengan Salahuddin Al Ayubi. Kepada Al Ayubi, Ibnu Syadad menghadiahkan sebuah kitab tentang jihad dan hukum Islam yang merupakan karyanya sendiri.

Pertemuannya dengan Al Ayubi tersebut bahkan menjadi awal mula persahabatan keduannya. Dalam berbagai pengembaraannya, termasuk saat berlangsung Perang Salib, Ibn Syadad ikut menyertai Al Ayubi dan menjadi penasihatnya. Karena memiliki latar belakang sebagai seorang sejarawan, keikutsertaan Ibnu Syadad dalam berbagai peperangan mendorongnya untuk menuliskan berbagai kejadian yang dialaminya sendiri dalam peperangan tersebut. Buku sejarahnya yang berjudul "An Nawadir As Sulthaniyyah" menjadi literatur sejarah yang sangat berharga tentang peristiwa Perang Salib.

15 Shafar

Bal'ami Meninggal Dunia

Tanggal 15 Shafar tahun 329, Abul Fadhl Bal'ami, sejarawan muslim terkenal asal Iran meninggal dunia. Bal'ami sebenarnya lahir di Bukhara, Uzbekistan. Akan tetapi, karena keluarganya berasal dari sebuah kawasan di Asia kecil bernama Bal'am, ia lebih dikenal sebagai orang Bal'am.

Bal'ami mengabdikan diri di dunia keilmuan pada zaman pemerintahan Samani. Kitab sejarah terkenal "Tarikh Thabari", disebut-sebut sebagai buku yang ditulis dengan menyandarkan sumber utama literaturnya kepada buku-buku karya Bal'ami, termasuk kittab "Tarikh Bal'ami" yang ditulis dalam bahsa Persia.

17 Shafar

Abus-Su'ud Terlahir ke Dunia

534 tahun yang lalu, tanggal 17 Shafar tahun 896 hijriah, Muhamad Mushtafa ‘Imadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Abus-Su'ud, ulama dan mufassir terkenal muslim terlahir ke dunia di kawasan pedesaan Mudarris, dekat kota Istanbul, Turki. Karena kecemerlangannya di dunia ilmu, setelah menyelesaikan masa studinya, Abus-Su'ud langsung diminta untuk mengajar di sejumlah pusat keilmuan di Turki. Pada saat yang bersamaan, ia juga diangkat sebagai hakim di Istanbul.

Abus-Su'ud juga memiliki perhatian yang sangat besar terhadap situasi sosial politik di zamannya. Ia sempat terlibat di pemerintahan Imperium Ottoman. Saat itu, ia melakukan banyak pembenahan terhadap hukum negara dan berupaya menjadikan syariat Islam sebagai dasar seluruh hukum negara. Di antara karya tulis Abus-Su'ud adalah kitab berjudul "Irsyadul ‘Aqlis Salim", "Du'a Nameh", "Qanun Nameh", dan "Mafrudhat".

18 Shafar

Uwais Al-Qarni Gugur

Tanggal 18 Shafar tahun 37 hijriah, Uwais Al-Qarni, seorang sahabat besar Imam Ali a.s. gugur syahid dalam perang Shiffin. Ia berasal dari Qarn, sebuah kawasan sekitar Yaman. Uwais memeluk agama Islam pada masa Rasulullah masih hidup. Akan tetapi, ia tidak pernah bertemu dengan junjungannya itu karena harus menjaga ibundanya yang sakit keras. Meskipun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, kecintaan Uwais terhadap Nabi yang mulia berikut ajaran suci yang dibawa Rasulullah sangatlah tinggi.

Rasulullah SAWW juga berkali-kali menyebut Uwais sebagai seorang muslim yang sangat hebat. Uwais baru mendapatkan kesempatan untuk datang ke Madinah setelah Rasul wafat. Uwais kemudian bergabung dengan para sahabat Rasulullah yang setia dan memberikan kontribusi besar dalam penegakan agama Islam. Ketika pecah perang Shiffin antara pasukan Imam Ali a.s. dan Mu'awiyah, Uwais turut membela Imam Ali. Di perang inilah Uwais menjemput syahadah.

19 Shafar

Ayatullah Langgarudi Wafat

Tanggal 19 Shafar tahun 1383 hijriah, Ayatullah Sayid Murtadha Langgarudi, seorang ulama besar Islam asal Iran meninggal dunia. Beliau dilahirkan di kota Langgarud, sebuah kawasan di utara Iran, pada tahun 1306 hijriah.

Sejak masih muda, Ayatullah Langgarudi sudah menunjukkan bakatnya yang besar di bidang agama. Awalnya, ia belajar di hauzah ilmiah Qazvin. Kemudian, ia melanjutkan pelajarannya di Teheran. Pada tahun 1338, saat usianya mencapai 32 tahun, beliau pergi ke Najaf, Irak, dan melanjutkan studinya di pusat keilmuan Islam itu hingga mencapai derajat marji'. Pengabdiannya terhadap Islam dilakukan dengan cara mengajar.

20 Shafar

Arba'in Syahadahnya Imam Husein

Tanggal 20 Shafar tahun 61 hijriah, kafilah keluar Rasulullah yang selamat dari tragedi Asyura kembali ke Karbala. Peristiwa ini terjadi tepat 40 hari setelah tragedi itu berlangsung. Tanggal 20 Shafar kemudian dikenang oleh para pengikut Ahlul Bait sebagai hari "Arba'in" atau hari ke-40. Berdasarkan catatan sejarah, setelah berlangsungnya tragedi pahit Asyura, kafilah keluarga Rasulullah yang tersisa, di antaranya Imam Zainal Abidin yang saat itu tengah sakit keras dan putranya Imam Baqir, beserta kaum perempuan, digiring oleh pasukan Ibnu Ziyad sebagai tawanan. Di Kufah, mereka menggugah kesadaran masyarakat tentang hakikat yang sebenarnya terjadi di Karbala. Sebagaimana yang dicatat secara cermat oleh para sejarawan, terjadi banyak distorsi yang dibuat oleh Ibnu Ziyad dalam menutup-nutupi hakikat perjuangan Imam Husein dan sahabat-sahabatnya hingga gugur syahid di Karbala.

Rombongan keluarga Rasulullah itu kemudian dikirim ke Syam untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Mu'awiyah. Sisa rombongan itu tadinya diperkirakan akan dipermalukan oleh Yazid untuk akhirnya dibunuh. Akan tetapi, kefasihan Sayyidah Zainab dalam menyampaikan hakikat Karbala kepada masyarakat Syam malah membuat kaum muslimin di sana menjadi tahu kejadian yang sebenarnya. Dengan demikian, keberadaan kafilah itu di Syam hanya membuat sosok Yazid semakin dibenci. Karena itulah Yazid tidak berani membunuh sisa kafilah tersebut. Yazid akhirnya malah membebaskan keluarga Rasulullah.

Sisa keluarga Rasulullah itu akhirnya bertolak dari Syam menuju Karbala, untuk melakukan prosesi pemakaman atas jenazah para syuhada Karbala. Pada saat yang sama, dari Madinah, sahabat Rasulullah yang sudah sangat tua, Jabir bin Hayyan Al-Anshari juga bertolak ke Karbala. Pada tanggal 20 Shafar, kedua rombongan itu bertemu di tanah bersejarah saksi duka nestapa keluarga Rasulullah itu.

21 Shafar

Kitab Miftahul Falah Selesai Disusun

Tanggal 21 Shafar tahun 1051, penulisan kitab Miftahul Falah selesai dikerjakan oleh Syaikh Bahai, seorang ilmuwan muslim terkemuka. Penulisan ini dilakukan di kota Ganjeh yang terletak di kawasan Kaukasus.

Penerjemahan kitab Miftahul Falah ke dalam bahasa Persia dilakukan oleh Shadraiy Tabrizi, seorang ahli hadis abad ke-11 Hijriah dan memberi nama kitab terjemahan itu dengan nama Adab-e Abasi. Kitab Miftahul Falah terdiri dari enam bab yang berisi penjelasan mengenai amal-amal dan doa-doa di berbagai waktu dalam sehari semalam.

22 Shafar

Ibnu Nuqtah Meninggal

Tanggal 22 Shafar tahun 629 Hijriah, Ibnu Nuqtah, seorang ulama dan ahli hadis terkemuka abad ke-7 hijriah, meninggal dunia di kota Bagdad. Ibnu Nuqtah sejak kanak-kanak telah tertarik kepada ilmu hadis dan untuk mengumpulkan hadis, dia melakukan perjalanan ke berbagai negara, di antaranya Iran, Syria, dan Mesir.

Di samping itu, ia pun mendidik banyak murid di bidang ilmu hadis, di antaranya bernama Ibnu Asakir yang kemudian juga dikenal sebagai seorang cendikiawan muslim. Salah satu di antara karya penulisan Ibnu Nuqtah berjudul Al-Istidrak.

23 Shafar

Syaikh Agha Najafi Isfahani Meninggal

Tanggal 23 Shafar tahun 1301 Hijriah, Syaikh Muhammad Baqir Agha Najafi Isfahani, seorang ulama besar Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan pada tahun 1234 Hijriah dan setelah menyelesaikan pendidikan di berbagai bidang keilmuan agama di kota Isfahan, Iran, Agha Najafi melanjutkan pendidikan ke kota Najaf, Irak.

Sepulang dari Najaf, Agha Najafi tinggal di kota Isfahan dan di kota itu, selain mengajar agama, beliau juga aktif dalam menegakkan kebenaran dan menentang kemungkaran di tengah masyarakat. Agha Najafi meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul "Lubbul-fiqh" dan "Lubbul-Ushul".

24 Shafar

Shahib bin Ibad Meninggal

Tanggal 24 Shafar tahun 385 Hijriah, Shahib bin Ibad, seorang sastrawan Persia pada masa pemerintahan Dinasti Dailami, meninggal dunia. Kehebatan Shahib bin Ibad membuatnya diangkat sebagai menteri oleh Dinasti Dailami, namun jabatan itu tidak mengubah sikapnya yang selalu rendah hati. Karya Shahib bin Ibad yang paling terkenal berjudul Al-Muhith yang berisi tentang ilmu bahasa dan terdiri dari tujuh jilid. Karya-karya lain Shahib bin Ibad berjudul Imamat, Al-Anwar, dan Al-A'yad wa Fadhaailun.

26 Shafar

Tsabit bin Harani Meninggal

Tanggal 26 Shafar tahun 288 Hijriah, Tsabit bin Qurah Harani, seorang matematikawan dan astronom Irak, meninggal dunia. Tsabit bin Qurah dilahirkan pada tahun 1911 Hijriah dan dia dianggap sebagai salah satu ilmuwan besar pada zamannya. Tsabit bin Qurah sangat mahir dalam menerjemahkan teks-teks ilmiah dari bahasa-bahasa Suryani dan Yunani ke dalam bahasa Arab.

Penerjemahan buku-buku ilmiah dari bahasa Yunani dan Suryani itu ke dalam bahasa Arab yang dilakukan Tsabit bin Qurah, memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan bangsa Arab. Menurut catatan para sejarawan, jumlah karya terjemahan Tsabit bin Qurah berjumlah lebih dari 130 judul. Selain menerjemahkan buku, Tsabit bin Qurah juga menulis berbagai buku, di antaranya berjudul "Masalah-Masalah Teknik dan Angka".

27 Shafar

Ibnu Majah Lahir

Tanggal 27 Shafar tahun 209 Hijriah, Ibnu Majah, seorang ahli hadis dan ulama besar muslim terlahir ke dunia di kota Qazvin, Iran. Setelah melewati pendidikan dasarnya di bidang agama di kota kelahirannya, Ibnu Majah kemaudian melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Islam untuk menuntut ilmu hadis dari berbagai ulama terkemuka.

Hadis-hadis yang berhasil dikumpulkan oleh Ibnu Majah ditulisnya dalam buku berjudul Sunan Ibnu Majah dan menjadi salah satu kitab rujukan hadis yang utama di kalangan Ahlus-Sunnah. Ibnu Majah juga melahirkan kitab tafsir Quran dan sebuah buku berjudul Tarikh. Ibnu Majah meninggal dunia pada tahun 273 Hijriah

28 Shafar

Rasulullah Wafat

Tanggal 28 Shafar tahun 11 Hijriah, Rasulullah Muhammad SAWW berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun. Nabi besar umat Islam ini dilahirkan 52 tahun sebelum dimulainya tahun Hijriah, di kota Mekah. Sejak kecil, Muhammad SAWW telah kehilangan ayah dan ibunya sehingga diasuh oleh kakek beliau Abdul Muthalib, lalu oleh paman beliau, Abu Thalib. Sejak muda, Muhammad SAWW telah dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya sehingga dikenal dengan julukan Al-Amin. Pada usia ke-40, Muhammad SAWW ditunjuk Allah untuk menjadi utusannya dalam menyampaikan risalah tauhid, keadilan, dan kasih sayang kepada umat manusia. Setelah 23 tahun menyampaikan risalah Islam dan berhasil mendirikan pemerintahan Islam di Madinah, akhirnya Rasulullah wafat dan meninggalkan sebuah ajaran agung yang kini tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Imam Hasan gugur Syahid

Tanggal 28 Shafar tahun 50 Hijriah, Imam Hasan a.s. cucu Rasulullah SAWW gugur syahid. Imam Hasan adalah putra dari Fathimah a.s., putri Rasulullah dan Imam Ali a.s. Beliau dilahirkan di Madinah pada tahun 3 Hijriah. Sejak lahir hingga usia tujuh tahun, Imam Hasan a.s. dibimbing langsung oleh kakek beliau, Rasulullah SAWW, untuk memahami makrifat Islam.

Pada usia 37 tahun, ayah beliau, yaitu Imam Ali a.s. gugur syahid dan Imam Hasan pun meneruskan tampuk kepemimpinan kaum muslimin yang semula diemban oleh Imam Ali. Dalam masa kepemimpinannya, Imam Hasan a.s. berusaha membentuk pasukan muslim yang tangguh untuk melawan pasukan Muawiyah yang sebelumnya juga telah melakukan perlawanan bersenjata terhadap Imam Ali a.s.

29 Shafar
Mula Hassan Ali Tuisarkani Meninggal

Tanggal 29 Shafar tahun 1286 Hijriah, Mula Hassan Ali Tuisarkani, seorang ulama dan cendikiawan muslim terkemuka Iran, meninggal dunia di kota Isfahan. Mula Hassan Ali Tuisarkani dikenal sebagai ulama yang tekun mengadakan penelitian dan penelaahan, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih.

Selain itu, dia juga aktif mengajar dan menulis buku. Karya-karya Mula Hassan Ali Tuisarkani yang terpenting berjudul Kashful Asrar, yaitu sebuah buku fiqih yang terdiri dari 11 jilid. Selain itu, dia juag menulis kitab berjudul Makarimul Akhlak.

source :
http://sejarahkusejarahmu.blogspot.com/2010/01/bulan-shafar.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar